Sholat untuk kehidupan abadi

Hidup adalah “berjalan”, hingga pada dasarnya ada sesuatu yang ditinggalkan dan ada arah yang dituju. Implementasinya, berjalan berarti meninggalkan dunia untuk menuju akhirat dan senantiasa menjadikan akhirat satu-satunya tujuan dan dunia hanya sebagai jembatan menujunya. Orang masih rakus terhadap dunia dan masih terpana akan fatamorgana dunia, niscaya hingga saatnya dia meninggal pikiran dan jiwanya masih terpaut pada dunia.
Shalat adalah kunci menjemput sukses ukhrawi yang paling utama agar kita menjadi pribadi yang berambisi akhirat. Shalat juga merupakan amalan yang akan di hisab pertama kali. Oleh karena itu, senantiasa jadikan shalat sebagai kendaran utama menuju Surga-Nya dan menjadikan Shalat menjadi benteng utama dari sikap yang munkar.

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Ankabut : 45).
Maksud dari keji (fakhsya’) berarti perbuatan buruk yang hanya dilakukan oleh binatang, sedangkan mungkar adalah perbuatan yang diingkari oleh hati nurani.
Dan begitulah shalat, akan mencegah dari perbuatan yang sia-sia dan tidak sepantasnya untuk dilakukan karena tidak ada pelajaran yang berguna didalamnya.
Oleh Imam Ibnu Jahim, “Barang siapa yang shalatnya tidak mencegah pada hal yang mungkar, dia tidak akan semakin dekat namun jauh dari Allah”.
Hingga akan datang suatu generasi yang senantiasa memosisikan setiap langkah, perkataan dan perbuatan yang dilakukannya seolah-olah dirinya sedang dalam kondisi shalat. Oleh karena itu Ia tidak akan melakukan hal yang sia-sia selama shalat tersebut. Semoga dengan shalat, selalu menghidupkan kehidupan kita. Aamiin.
Sumber : www.islampos.com




SHARE THIS

Author: