Sebait puisi tentang kisah penulis masa kini

Sebait puisi tentang kisah penulis masa kini


Menulis bukanlah untuk mencaci
Menulis pula bukan untuk  memaki
Menulis bukanlah sekedar mengeluarkan isi hati
Tapi menulis adalah sebuah apresiasi dan kreasi dari sebuah imajinasi

Menulis adalah inspirasi
Menulis adalah spirit motivasi
Menulis adalah media berbagi informasi

Tulislah meski hanya sebaris puisi
Maka itulah seni yang telah engkau miliki
Walau ilmunya cuma setinggi mata kaki
Percayalah, kamu bisa mencapai matahari

Jangan takut mengungkap sebuah opini
Karena itu awal lahirnya sebuah karja inovasi
Namun menulis untuk kita yang punya hati nurani
Agar menulis tidak menjadi provokasi dan diskriminasi

Jaman teknologi dan media komunikasi
Penuh cerita dan peristiwa didunia masa kini
Sebagian mereka hadir dengan segudang prestasi
Sebagiannya juga karena kasus kriminalisasi dan korupsi

Menulis merupakan kerendahan hati
Bukan untuk menunjukkan kesombongan diri
Menulis itu idenya dari hati
Untuk menciptakan kedamaian yang abadi

Anas Salehe, 2016
Antara suka, cinta dan kasih sayang

Antara suka, cinta dan kasih sayang


Dihadapan orang yang kau sukai,
kau akan merasakan rasa senang dan gembira.
Tapi Dihadapan orang yang kau cintai
maka jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat.

Jika engkau melihat mata orang yang kau sukai,
engkau akan tersenyum.
Namun apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
matamu akan berkaca-kaca.

Dihadapan orang yang kau sukai
maka akan keluar kata-kata dari pikiranmu.
Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam.

Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghiburnya.
Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut menangis disisinya

Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang, cukuplah dengan menutup telingga
Tapi jika kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, maka cinta itu
berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu
yang cukup lama.

Tetapi rasa kasih sayanglah yang tak akan bisa terlupakan dan melebihi dari sekedar cinta. 
Rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta, dan rasa yang tidak mudah berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi. Mau
menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi. Cinta hanya ingin sebatas memiliki, tetapi sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus
kehilangan.

Untuk seseorang yang sedang jatuh cinta….......
Perantau tanpa batas waktu

Perantau tanpa batas waktu


Tak bisa disangkali bahwa salah satu hal tersulit yang tidak bisa kita lakukan adalah melepas orang yang begitu kita cintai menuju ketempat yang jauh dari kita seperti merantau. Sedikit bernostagia dimana pada masa-masa sebelum adanya pesawat terbang sebagai alat transportasi, kebanyakan orang bepergian dari sebuah pulau ke pulau lain untuk mencari rejeki dengan kapal penumpang. Tentunya saat kapal hendak berlayar, para penumpang akan berbaris di dek kapal, di sisi dermaga di mana keluarga dan sahabat mereka berdiri.

Tatkala sirine uap berbunyi menandakan keberangkatan, mereka yang di atas kapal dan mereka yang di dermaga saling melambaikan tangan, memberikan ciuman dari jauh, dan meneriakkan salam perpisahan dan doa sembari kapal perlahan menjauh. Tak lama, kapal itu terlalu jauh bagi mereka yang di dermaga untuk membedakan siapa-siapa di jajaran para penumpang yang masih berdiri di dek, namun mereka masih melambai dan memandang.

Beberapa menit kemudian, perahu itu bahkan terlalu jauh untuk bisa melihat kerumunan penumpangnya, namun masih saja orang-orang yang mengasihi akan tetap di dermaga menatap kapal yang kian melenyap, dimana orang yang mereka cintai berada.

Kemudian kapal akan mencapai suatu garis pembatas cakrawala, lalu lenyap sama sekali. Namun, walaupun keluarga dan kawan di daratan tidak bisa melihat orang yang mereka kasihi lagi, apalagi bicara atau menyentuh mereka, mereka tahu bahwa orang yang mereka kasihi tidak lenyap sepenuhnya. Mereka hanya pergi melintasi suatu garis, cakrawala, yang memisahkan kita dari yang nan jauh disana. Mereka pergi mengadu nasib ditempat yang jauh dari tanah kelahiran untuk mencari rejeki dan tanpa tahu batas waktu akan kembali.
Mengenal Cenning Rara, bacaan mantra pemikat hati lawan jenis khas orang Bugis Makassar

Mengenal Cenning Rara, bacaan mantra pemikat hati lawan jenis khas orang Bugis Makassar


Baca-baca merupakan sejenis mantra yang seringkali digunakan oleh masyarakat Bugis makassar untuk tujuan tertentu. Baca-baca dalam hal ini merupakan sebuah rentetan kata-kata yang dipercaya mengandung kekuatan mistik.


Cenning rara adalah salah satu contoh baca-baca yang terkenal dikalangan masyarakat Bugis Makassar. Dimana baca-baca cenning rara ini banyak digunakan untuk mantra awet muda dan sering juga digunakan untuk memikat lawan jenis. Biasanya ritual cenning rara ini dibacakan dan ditiupkan ke air dan sebagai bahan mandi.


Artikel lainnya :
Sejarah istilah Kajao dalam adat Kerajaan Bugis Makassar
Inilah rahasia dibalik kecantikan gadis Bugis Makassar yang terkenal menawan
Kamu harus tahu, inilah beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mendaki gunung

Cenning rara terbagi atas dua bahasa, yaitu bahasa bugis dan bahasa makassar. Sering digunakan oleh orang tua dulu dari kalangan laki-laki untuk menaklukkan wanita pujaan hatinya.


Eru mata suduppa mata

iya'pa naewa siduppa mata namanyameng attin'na

Laku ba'ra ba'ra sai

ba'rana daeng sijalling
kuni jalling kuni toa
ku ni pasa'la rinringang
ata karaeng memmuji ngaseng

Anging lao anging rewe matuppu sepe-sepe

palettukengnga uddanikku lao ri ... (sebut namanya)
narekko mattinroi teddurekka, marekko motoi obbirengnga
narekko ciyai lao, iya'pa lao

Kuniakkangi kuputara nyawanya ... (sebut namanya)

kulle tau tau matanna mae ri nakke
nakkepa nacini natuju mata namasannang nyawana
namate'ne pa'mai'na
punna teai nacini, natuju mata mae ri nakke jappo atinna
hancuru bone kambuna
barakka

Oooo anging, laoko muollirengnga ... (sebut namanya)

narekko mupolei matinro, paotorengnga'
narekko moto'ni, petudangekka'
narekko tudanni, patettongekka'
narekko tettonni, pajokkangekka' lao mai
iyapa namanyameng nyawana narekko iya naita
kunfayakun barakka'
Lailaha Illallah

Namun baca-baca cenning rara tidak hanya sekedar dibaca dan diucapkan, tetapi harus dilengkapi dengan syarat-syarat dan ritual-ritual. 
Menjadi warisan budaya dunia, inilah karya sastra La Galigo masyarakat Bugis yang menjadi kitab terpanjang di dunia

Menjadi warisan budaya dunia, inilah karya sastra La Galigo masyarakat Bugis yang menjadi kitab terpanjang di dunia

La Galigo adalah karya sastra terpanjang dan terbesar di dunia yang setara dengan kitab Mahabharata dan Ramayana dari India serta sajak-sajak Homerus dari Yunani. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, sejarawan dan ilmuwan dari berbagai negara menyebutnya sebagai karya sastra terpanjang di dunia, terdiri dari 300.000 baris, mengalahkan Mahabharata dan yang lainnya.

Artikel lain :
Inilah fakta ilmiah tentang khasiat berpuasa di bulan Ramadhan yang jarang diketahui  
Inilah sosok Imam Masjid yang merupakan mantan anggota Mafia di Jepang  
Inilah alumni Unhas yang sukses menjadi nominasi penerima penghargaan Nobel 2016  
La Galigo, merupakan salah satu karya sastra teks Bugis kuno berbentuk epik yang ditulis di abad ke-13 yang saat ini menjadi kitab sakral Bugis. Dari naskah La Galigo ini bisa diketahui kondisi masa-masa awal masuknya Islam di tanah Bugis.
Konsep islamisasi yang memanfaatkan sastra ini dilakukan tanpa menyingkirkan unsur-unsur lama orang Bugis. Namun, menyesuaikan unsur Islam dengan sistem kebahasaan Bugis yang menjadikan Islam dapat diterima dengan baik.
Sebelum menerima agama Islam, orang Bugis di Sulawesi Selatan telah menganut sebuah kepercayaan kuno yakni kepercayaan terhadap Dewata Seuwae (Tuhan Yang Tunggal). Orang Bugis biasa menyebutnya Dewata Sisinae. Bahkan sisa-sisa kepercayaan terhadap Dewata Seuwae ini dapat dilihat pada masyarakat To Lotang di Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dewa-dewa dalam kepercayaan Bugis Kuno sebagaimana dikisahkan dalam La Galigo berdiam di dunia atas (Boting Langiq) dan dunia bawah (Buriq Liu). Tapi seiiring masuknya islam dari Asia Barat, menggeser kepercayaan Dewata Sisinae dengan konsep AllahSubhanahu Wa Taala, melalui ajaran-ajaran tauhid.
Pengucapan doa-doa dan ayat Al-quran pun juga disesuaikan pengucapan bahasa Bugis. Dalam praktik ibadah seperti mandi, berwudhu, shalat, dan zikir dimasukkan sebagai bagian mantra Bugis. Strategi yang bersifat akomodatif ini menyebabkan Islam mudah diterima dengan warna tersendiri di kalangan orang Bugis.
Hingga kini, naskah La Galigo diyakini masyarakat Bugis sebagai kitab sakral yang tidak boleh dibaca tanpa didahului sebuah ritual tertentu seperti menyembelih sapi. Umumnya naskahnya dibaca dengan cara dilagukan pada saat akan membangun rumah, musim tanam, pesta perkawinan, atau doa tolak bencana.